Belajar untuk menjadi Temus

  Warga Negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi (mukimin)  sangat menginginkan untuk bisa di terima menjadi  TEMUS yaitu ( tenaga musim ) untuk melayani jamaah haji, selain gaji yang cukup lumayan kita juga bisa menambah pengalaman, banyakkan TEMUS yang akan di rekrut tergantung banyaknya jamaah haji yang datang ,  untuk memperlancar jalannya ibadah haji selama di saudi  PPIH membutuhkan tenaga musim haji yang terdiri dari bagian  sekretariat  (0,93%), petugas lapangan  (40,82%), pengemudi  (38,40%), Teknisi  (0,28%), mekanik  (0,46%), dan kebersihan  (19,11%). dari keseluruhan tersebut mukimin hanya akan medapat jatah kurang lebih 50 % saja, untuk di terima menjadi TEMUS tentunya tidaklah mudah, untuk calon peserta ujian khususnya mukimin persyaratan yang diajukan ke PPIH adalah membawa foto copy iqamah (permit), pasport, ijasah terakhir yang sudah di legalisir min SMA/sederajat (bagian lapangan)  pas foto 3×4 6 lembar berlatar belakang warna merah, surat keterangan dari kafil( sponsor ), surat kesehatan dari klinik terdekat, pasport yang asli.   PPIH akan memberikan tes ujian tergantung jenis pekerjaan yang kita pilih , ada bebarapa pertanyaan di bawah ini yang biasanya ada dalam ujian nanti, mungkin bisa membantu anda bagi mukimin dan mahasiswa/mahasiswi yang berada di negara arab untuk bisa di terima menjadi TEMUS..

TUGAS TENAGA HAJI :

  • Memberikan pelayanan kepada Jamaah Haji
  • Memberikan pembinaan kepada Jamaah Haji
  • Memberikan perlindungan kepada jamaah Haji

TIGA MUAS’SASAH YANG MENGURUS JAMAAH HAJI  :

  • Muas’sasah ADILLA untuk MADINAH
  • Muas’sasah WUKALA untuk JEDDAH
  • Muas’sasah THOWWAFA untuk MAKKAH

DOA SAFAR :

سُبْحَانَ الذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ , اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعَثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

BACAAN TALBIYAH

لَبَّيِكْ اَلَّلهُمَّ لَبَّيِكْ لَبِّيِكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيِكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلُكْ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

DOA MASUK MAKKAH

ِالَلَّهُمَّ أِنَّ هَذَا اْلحَرَمُ حَرَمُكَ وَالْبَلَدَ بَلَدُكَ وَالاَمْنَ اَمْنُكَ وَالأَبْدُ اَبْدُكَ جِئْتُكَ مِنْ بِلاَ دٍ بَعِيْدَةٍ  بِذُنُوْبٍكَثِيْرَةٍ وَاَعْمَالٍ سَيِّئَةِ اَسْاَلُكَ مَسْاَلَةً اَلْمُضْطَرِّيْنَ أِلَيْكَ اَلْمُسْفِقِيْنَ مِنْ عَذَبِكَ اَنْ تَسْتَقبِلَنِى بِمَحْضِ عَفْوِك وَاَنْتُدْخِلَنِىفِى فَسِيْح جَنّتِكَ جَنَّةٍ النَعِيْمٍ

ISTILAH SEPUTAR PELAKASANAAN IBADAH HAJI :

SAFARI WUKUF : perjalanan wukuf bagi jamaah haji Indonesia yang sakit
MUASSASAH JUNUB SARGYA ASIA : yayasan penyelenggara haji asia tenggara ( tempatnya di makkah )
SARIKAH AN NAQOBAH : perusahaan transportasi haji
SARIKAH ZAMAZIMAH : perusahaan air zamzam
TARADDUDI : system pengangkutan jemaah haji ARMINA (arafah mina )
AS’AF ULUWIYAH : pertolongan pertama ambulance
WEZEROTUL HUJJAJ AL WUKAF : kementrian haji  dan wakaf arab Saudi
WAZERATUDDIN AL INDUNISI : department agama republic indonesia
JAMAAH HAJI TANYA DAM : Di arahkan ke bank ARRAJHI
JIKA ADA JAMAAH HAJI KECELAKAAN : meLaporkan kepada pihak yang berwenang terdekat
KOPER BAWAAN UNTUK BAGASI : Maksimal 32 kg dan untuk handbag 10 kg
LUAS KAMAR UNTUK JAMAAH HAJI : 3,5 m2

MANASIK HAJI :

HAJI : ialah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan beberapa amalan wukuf di Arafah pada tanggal 9 dhulhijjah tawaf ifadah sa’I serta amalan lainnya demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharap ridha Nya.
RUKUN HAJI ialah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam, Jika rukun haji ditinggalkan maka tidak syah hajinya , yang di antaranya yaitu : 1) Niat Miqot  2) Wukuf  3) Tawaf Ifadoh  4) Sa’i  5) Tahallul  6) Tartib
WAJIB HAJI : ialah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji namun bila tidak dikerjakan karena uzur syar’i sah hajinya akan tetapi harus membayar dam diantaranya yaitu : 1) Niat Miqot  2) Mabit Di Musdalifah 3) Jumrah Aqobah  4) Mabit Di Mina Di Hari  Tasrik   5) Menghindari Dari Larangan Dalam Keadaan Ihrom   6) Tawaf Wada’
UMROH : ialah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sa’i dan cukur demi mengharap ridho Allah.SWT.adapun rukunnya sebagai berikut : 1) Miqot Ihrom  2) Tawaf  3) Sa’i  4) Tahallul Bersukur  5) Tartib
LARANGAN IHROM : 1) memakai pakain yang berjahit  2) menutup kepala laki-laki  menutup muka bagi wanita     3) memakai minyak wangi  4)menghilangkan kuku  5) jima’  6) berburu  7) memotong tanaman
HAJI TAMATTU’ : mendahulukan melakukan umroh kemudian melaksanakan haji       (wajib DAM )
HAJI QIRAN : melaksanakan ibadah haji dan umroh secara besamaan                      (wajib DAM )
HAJI IFRAD : melaksanakan ibadah haji kemudian melaksanakan umroh                 ( tidak wajib DAM )
MIQOT DI YULAMLAM : Bila calon jamaah haji dari yaman Jeddah luar negri yang turun di air port jeddah
MIQOT DI BIER ALI : Bila calon jamaah haji yang datang dari madinah
MIQOT DI TAN’IM : Calon Jamaah Umrah dari makkah jummum
MIQOT DI JI’RANAH : Dari taif dan sekitarnya
ISTITA’AH : artinya mampu yaitu mampu melaksanakan ibadah haji/umrah ditinjau dari segi jasmani, rohani dan ekonomi.
MIQOT ZEMANI : ialah batas waktu melaksanakan haji. Menurut Jumhur ulama miqot zamani mulai tanggal 1 Syawal sampai dengan terbit fajar 10 Zulhijjah.
MIQOT  MAKANI : ialah batas tempat untuk mulai melaksanakan ihram haji atau umroh.
MIQOT : ialah niat memulai mengerjakan ibadah haji / umrah.
TAWAH IFADOH : ialah thawaf rukun haji yang harus dilaksanakan ( tidak boleh ditinggalkan ) dalam pelaksanaan ibadah haji.
TAWAH WADHA’ : ialah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan akhir sebelum meninggalkan Makkah. Thawaf wada’ hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji.
TAWAF QODOM : ialah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan pada saat pertama masuk Masjidil Haram. Thawaf qudum hukumnya sunnat. Bagi jamaah haji yang mengambil haji tamattu’ tawaf qudumnya sudah termasuk dalam thawaf umrah.
SA’I : ialah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali yang dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah.
WUKUF : ialah keberadaan diri seseorang di Arafah walaupun sejenak dalam waktu antara tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijjah (hari Arafah) sampai tenggelamnya matahari yaitu pada waktu maghrib
MABIT : ialah bermalam / istirahat . Mabit dibagi 2 yaitu mabit di Muzdalifah tanggal 9 malam 10 Zulhijjah dan mabit di Mina pada malam menjelang tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah.
LONTAR JUMRAH : ialah amalah dari salah satu wajib haji dengan melemparkan kerikil ke dinding (marma) jumrah ( Ula, Wustho dan Aqobah ) pada hari Nahar dan hari tasyrik.
TAHALLUL : ialah keadaan seseorang yang telah dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihrom dengan melakukan pencukuran rambut.
HARI TARWIYAH : yaitu hari pada tanggal 8 Zulhijjah, dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena pada hari itu jamaah haji pada zaman Rasulullah mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah.
HARI TASRIK : yaitu hari tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah. Pada hari itu semua jemaah haji berada di Mina untuk mabit dan melontar jumroh.
DAM : Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat menunaikan Ibadah Haji atau Umroh dengan cara menyembelih hewan kambing atau sapi.
GOA HIRO’ : Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq, ayat 1-5). Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di utara kota Mekah.
HIJIR ISMA’IL : Salah satu bagian dari Ka’bah. Hijir Ismail ini berbentuk setengah lingkaran, merupakan makam Nabi Ismail AS. dan juga Siti Hajar (ibunda Nabi Ismail AS).
MIQOT : ialah berniat untuk melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh dengan memakai pakain yang tidak berjahit bagi laki-laki , dengan mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)
JUMRAH : Tempat pelemparan, yang yang didirikan utk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah SWT.
KISWAH : Penutup Ka’bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu’an yang disulam dengan benang emas dan diganti se tahun sekali yaitu pada tanggal 9 dhuzhijjah pada saat hari arafah sehingga pada hari idhul adha pada waktu shalat ied kiswahnya sudah baru.
MULTAZAM : Multazam adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.Merupakan tempat yang sanqat dianjurkan untuk berdoa (Insya Allah do’a yang diminta akan dikabulkan oleh Allah SWT)
TALANG EMAS : Merupakan Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada Ka’bah.Posisi Talang Emas ini terletak di atas Hijir Ismail.
TALBIYAH : Bacaan pada saat kita melakukan haji dan umroh : Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.
TAHALLUL AWAL : Melepaskan diri dari keadaan IHRAM setelah melaksanakan dua diantara tiga perbuatan , yaitu JUMRATUL AQOBAH , THAWAF IFADOH dan SA’I serta MENCUKUR RAMBUT
TAHALLUL TSANI : Keadaan seseorang setelah melakukan TIGA perbuatan yaitu JUMRATUL AQOBAH , TAWAF IFADOH dan MERCUKUR
NAFAR  AWAL : Jamaah haji yang meninggalkan MINA lebih dahulu yaitu pada tanggal 12 DHULHIJJAH setelah melontar TIGA  jumrah yaitu jumratul AQOBAH , WUSTHO , ULA
NAFAR TSANI : Jamaah haji yang meninggalkan MINA pada tanggal 13 DHULHIJJAH setelah melontar TIGA jumrah yaitu ULA , WUSTO , AQOBAH
DIAGRAM IBADAH HAJI
TANGGAL HAJI TAMATTU’ HAJI QIRON HAJI IFRAD
SEBELUM TANGGAL  8 DZULHIJJAH 1. Berihram dari Miqat&
membaca talbiyah. [niat
hari tamatu’]
2.Thawaf Qudum umrah
3.Sai [shafa&marwa]
4.Mencukur Rambut
[tahalul pertama]
5.menunggu tgl 8
Dzulhijjah
1.Berihram dari
Miqat&membaca talbiyah
dengan niat haji Qiran
2.Thawaf Qudum
3. Sa’i antara
Shafa&Marwa 7 kali.
Boleh juga melakukannya
setelah Thawaf Ifadhah.
[tanpa tahalul]
1.Berihram dari Miqat&
embaca talbiyah. [niat haji
ifrad]2.Bagi penduduk Makkah dan
mukimin, berihram dari
rumah masing-masing3.Thawaf Qudum 7 putaran4.Sa’i antara Shafa&Marwa 7 kali tampa tahallul
8 DZULHIJJAH (TARWIYAH) Menuju ke Mina: melakukan shalat lima waktu dengan Qashar tanpa Jama’ untuk shalatzhuhur, ashar, dan isya. Shalat magrib dan subuh seperti biasa rakaatnya.
9 DZUL HIJJAH (ARAFAH) 1) Menuju ke Arafah setelah syuruq [terbit matahari]. Disana melakukan shalat
Zhuhur&Ashar dengan Jama’ Qashar, satu azan dan dua iqamat. Disunnahkan
memperbanyak membaca Dzikir, membaca Al-Qur`an, dan berdoa. Makruh berpuasa bagi
jama’ah haji.
2) Menuju ke Muzdalifah setelah terbenamnya matahari.
3) Shalat Maghrib dan Isya dengan Jama’ Qashar Ta’khir ketika sampai di Muzdalifah
4) Memungut tujuh butir kerikil untuk melempar Jumrah Aqabah. Boleh juga
mengambilnya dari Mina. Jumlah kerikil yang dibutuhkan sebanyak 49 untuk yangmengambil nafar awal dan 70 bagi yang mengambil nafar Tsani.
5) Menginap di Muzdalifah, shalat subuh dan memperbanyak dzikir serta doa. Bagi yang
punya uzur/lemah/sakit, boleh meninggalkan Muzdalifah setelah pertengahan malam.
10 DZUL HIJJAH (NAHAR / ADUL ADHA) Menuju ke Mina[Sebelum Syuruq]1. Melempar JumrahAqabah Kubra2. Menyembelih kurban,kecuali bagipenduduk Makkah.3. mencukur rambut[tahalul&boleh pakaipakaian biasa]

4. Thawaf Ifadhah

(Rukun) disusul Sai
jika belum
melakukannya
dimuka.

Menuju ke Mina[Sebelum Syuruq]1. Melempar JumrahAqabah Kubra.2. Menyembelih kurban.Waktunya boleh
sampai terbenam
matahari tgl 13,
kecuali bagi
penduduk Makkah.3. Mencukur rambut[tahalul&boleh
memakai pakaian
biasa]4. Thawaf Ifadhah5. Sai (boleh

mengakhirkannya
sampai hari
berikutnya atau
bersama thawaf
wada’)

Menuju ke Mina [SebelumSyuruq]1. Melempar Jumrah AqabahKubra dengan 7 kerikil.2.Mencukur rambut [Tahalulpertama]3.Thawaf Ifadhah + TahalulKubra4.Boleh juga mengakhirkan
thawaf ifadhah sampai pada
tgl 11, 12, atau saat thawaf
wada’.5.Sai setelah thawaf, jika

memang belum sai di muka

11 DZULHIJJAH (TAYSRIK) 1) Mabit di Mina malam tgl 11 Dzulhijjah.
2) Setelah tergelincirnya matahari, Jama’ah melempar 3 jumrah, yaitu Sughra, Wushtha, dan
Kubra. Masing-masing 7 kerikil, sambil bertakbir tiap lemparan, dan berdoa pada jumrah
sugra dan wustha.
12 DZULHIJJAH 1)mabit di Mina pada tanggal 12 dzuljijjah2) Setelah tergelincir matahari, jama’ah melempar 3 jumrah, yaitu Sughra, Wushtha, dan
Kubra. Masing-masing 7 kerikil, sambil bertakbir tiap lemparan, dan berdoa pada jumrah
sugra dan wustha. [setelah itu, bagi yang mengambil nafar awal boleh meninggalkan mina
menuju ke Makkah melakukan Thawaf Wada. Tetapi jika mengambil nafar Tsani maka
mabit lagi sampai malam tgl 13 Dzulhijjah.
13 DZULHIJJAH 1) Setelah tergelincirnya matahari, jama’ah melempar 3 Jumrah secara berurut, mulai dari
sugra, wustha, dan kubra.
2) Meninggalkan Mina dan menuju ke Makkah untuk Thawaf Wada’ lalu meninggalkan
Makkah.

SINGKATAN SEKITAR PELAKSAAN IBADAH HAJI :

SINGKATAN

ARTI DALAM BAHASA ARAB

KBRI : kedutaan besar republic Indonesia

السفارت الجمهورية الإندنوسيا

KJRI : konsulat jendral republic Indonesia

القنصول العام الجمهورية اندنوسيا

KONJEN :  konsulat jendral

القنصول العام

BPHI :  balai pengobatan haji inddonesia  
TKHI :  tim kesehatan haji Indonesia  
TPHI :  tim pemandu haji Indonesia  
KADAKER :  kepala daerah kerja

  رئيس مكتب الفرعي

DAKER :  daerah kerja

مكتب الفرعي

PPIH :  panitia penyelenggara ibadah haji

 

TEMUS : tenaga Musim

مرشيد

KBIH :  kelompok bimbingan ibadah haji Indonesia

 

TKHD :  tim kesehatan haji daerah

 

KAROM :  ketua rombongan

 

EMBARKASI : Keberangkatan jamaah haji dari tempat- tempat yang sudah di tentukan

 

KLOTER :  kelompok terbang

 

ARMINA :  arafah muzdhalifah mina

 

TUH :  tehnik urusan haji

 

TPIHI :  tim pembimbing ibadah haji indonesia

 

BPIH : biaya perjalanan ibadah haji indonesia

 

SKK : surat keterangan kematian

 

SPLP :  surat perjalanan  laksana paspor

 

SANSUR :  sanitasi survelans

 

KEPRI :  kepala perwakilan republic indonesia

 

SISKOHAT : system komputerisasi haji terpadu

 

    Misi haji

بعشة الحاج

    Kementrian haji

وزارت الحاج

DUBES

:

Duta besar

سفير

AMBULANCE

:

Mobil ambulance

سيارة إسعا ف

GAWAT DARURAT

إسعافات اولوية

LOP

:

 Lombok
BDJ

:

 banjar Masin
SUB

:

Surabaya jatim
SOC

:

Solo jateng
JKS

:

jakarta Saudi
JKG

:

Jakarta Garuda
MES

:

Medan
BTJ

:

Aceh
BPN

:

Balik papan
UPG

:

Ujung pandang
KAIA

 

King abdul aziz international airport
AMAA

 

Amir Muhammad bi abdul aziz airport

Perihal Umar
better late than never

19 Responses to Belajar untuk menjadi Temus

  1. sudahri mengatakan:

    ass……….!
    terima kasih atas pemberitahuannya dan keterangannya yang telah tercantum di atas terima kasih banyak kami telah mempelajarinya mudah2han kami berhasil atas apa yang telah di inginkan.

    • omarblega mengatakan:

      semoga apa yang telah di posting bermanfaat bagi pembaca semuanya

      • ilyas mengatakan:

        salam wr wb
        senang kenal dengan bapak
        tolong beritahu saya bagian mana yang menurut bapak denbeden mohon kritik dan sarannya
        salam kenal omarblega

    • fuad mengatakan:

      bagaimana cara menjadi temus bagi penduduk indinesia yg tinggal di indinesia?tolong jawab ya . syukron

      • omarblega mengatakan:

        wa alaikum salam wr wb…
        sepengetahuan saya , petugas haji yang langsung di ambil dari indonesia adalah TKHI (tim kesehatan haji indonesia), TPHI (tim pembimbing haji indonesia) jadi untuk TEMUS (bagian lapangan, sopir, kebersihan) yang membantu jamaah haji di ambil dari mukimin indonesia yang berada di saudi arabia karena mereka yang di terima sedikit banyak mengetahuan tempat/daerah dekat hotel jamaah haji dan masjidil haram untuk membantu jamaah apabila sedang tersesat.

  2. umar setiadi mengatakan:

    trimakasih bnyak ya….ilmu yg sangat bremanfaat nih…….smoga bnyak kbrkahan u smuanya…..

  3. ilyas mengatakan:

    wasslm. sepertinya sdh byk perbaikan mas….! bahasa arbnya saja yg kurang sesuai dg kamus arab..!
    sorry ya…! kemarin yg ngirin coment bkn saya , tapi temanku… sembarang ngirim coment pake’ bahsa denbeden lagi….! sekali lg maaf ya..! salam kenal juga dari saya….! oreng madureh juge….wassalam.

  4. Nizar Putra Pas mengatakan:

    terimaksih atas smua bantuanx. smoga bs bntu kami dlam mlalsanan ujian tulis temus 2011 nnti pada hari sabtu. di mdinatul hujjad jeddah. semoga Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn,,,,,,,<<<<<<>>>>>>>>>>>

  5. Nizar Putra Pas mengatakan:

    trimakisih snoga km smua bs berhasil<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

  6. Bang Uddin Aja mengatakan:

    nah ini dia yang kutunggu2 bahan ujian dari orang2 genius ini….semuga bermenf’aat & sukses selalu buat kita……Amin.salam kenal brow……..

  7. Ahmad Nurarifin mengatakan:

    ass. mas saya skrng tinggal di mekkah KSA, saya sangat tertarik untuk ikut mencoba dimana saya bisa mendaftarkan diri..?

  8. A'zam mengatakan:

    Asslm,saya berterima kasih sekali dg info syarat2 penerimaan Temus yg lengkap sek ali sehingga menamb ah wawasan kita. Pertanyaan saya: Bgm klu berkas lamaran tidak dilengkapi surat keterangan kafil krn susah mendapatkan dari kafil sedangkan surat2 yang lain leng kap semua.

  9. umrohmudahdanmurah mengatakan:

    artikel yang menarik, mohon do’anya, semoga saya bisa segera untuk Umroh dan haji ke baitullah… i like umroh murah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s