Ayat yang menjelaskan Tentang Ibadah Haji

Al Baqarah Ayat 196 : Tentang Haji Tamattu’ dam atas manasik 
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلاَ تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةُُ مِّنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدِْي فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَارَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَراَمِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:  Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang) oleh musuh atau karena sakit, maka sembelihlah korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah merasa aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji di dalam bulan haji, wajiblah ia menyembelih korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu, maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Demikian itu kewajiban membayar fidyah bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada di sekitar Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah), dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaannya.
Al Baqarah Ayat 197 : Larangan Dalam berIhram seperti  Rafats, fasik , dan Jidal
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:    (musim) haji adalah beberapa bulan yang di maklumi [5]barang siapa yang menetapkan niatnya pada bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas [6] berbuat fasik dan berbantah –bantahan di dalam masa mengerjakan haji . Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan , niscaya Allah akan mengetahuinya . Berbekallah , dan sesungguhnya sebaik – baik bekal adalah taqwa [7] ) dan bertaqwalah kepadaku hai orang – orang yang berakal. (Al Bagarah 197)
Al Baqarah198 :  anjuran berdoa di muzdhalifah
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ
Artinya : [Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kalian telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut nama)-Nya sebagaimana yang Dia tunjukkan kepadamu; dan sesungguhnya kalian sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang sesat.]
Al Baqarah 203 : tentang nafar awal dan nafar tsani
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Artinya : Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. 
Al Maidah 97 : Ka’bah sebagai tempat peribadatan
جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya:  Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
Ali Imran Ayat 97: tentang kewajiban haji
فِيْهِ ءَايَتُ بَيْنَتٌ مَقَامُ إِبْرَهِيْمْ وَمَن دَخَلَهُ, كاَنَ ءَامِنًا وَلِلَّهِ عَلى النَاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيهِ سَبِيْلاَ وَمَنْ كَفَرَ فإنَّالله غَنِىٌّ عَنِ العَالَمِيْنْ                                                                                                
Artinya:  Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim) : barang siapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah dia ; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah ); barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Ayat turun pada thn 9 H.
Al Hajj 27 :   seruan untuk Berhaji
وأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Artinya: Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, 
Al Hajj 29 :
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيق
Artinya: Kemudian hendaklah mereka membersihkan dirinya dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazarnya, dan hendaklah mereka tawaf akan Baitullah (Ka’bah) yang tua sejarahnya itu”. 
Al Hajj 30:
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ عِندَ رَبِّهِ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ
Artinya : Itulah yang wajib dipatuhi; dan sesiapa yang menghormati hukum-hukum Allah maka yang demikian menjadi kebaikan baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu binatang-binatang ternak, kecuali yang dibacakan kepada kamu (tentang haramnya), maka jauhilah kekotoran syirik yang disebabkan oleh penyembahan berhala, serta jauhilah perkataan yang dusta,

Kementerian Agama tetapkan 12 Embarkasi dan Debarkasi Haji 2015

image

Kementerian Agama menetapkan 12 embarkasi dan debarkasi pada penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 17 Tahun 2015 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1436H/2015M.

Berikut 12 embarkasi dan debarkasi penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M, sebagaimana diinformasikan laman Kemenag, Selasa (17/2/2015):

1. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh (BTJ) untuk wilayah Provinsi Aceh
2. Bandara Internasional Kualanamu Medan (KNO) untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara.
3. Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH) untuk wilayah Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
4. Bandara Internasional Minangkabau Padang (PDG) untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, dan Bengkulu.
5. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (PLM) untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
6. Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
7. Bandara Internasional Adisumarmo Solo (SOC) untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta
8. Bandara Internasional Juanda Surabaya (SUB) untuk wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
9. Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan (BPN) untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
10. Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin (BDJ) untuk wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
11. Bandara Internasional Hasanuddin Makassar (UPG) untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
12. Bandara Internasional Lombok (LOP) untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

persiapan untuk cuti pertama TKI

     Assalamu alaikum,wr,wb. Apa kabar para pembaca, Lama sudah tidak memberikan artikel untuk pembaca yang budiman, kali ini saya akan memberikan sedikit info bagi para TKI  yang akan pulang ke tanah air khususnya yang cuti pertama kali, tentunya untuk cuti dari luar negeri bukan hal  yang gampang karena menyangkut antar negara hal ini berdasarkan pengalaman saya alami sendiri.

  1. pertama yang harus di perhatikan adalah tanggal bulan berlakunya pasport dan iqomah/permite , karena apabila anda mengambil cuti tiga atau enam bulan sedangkan pasport kurang dari wakltu lamanya cuti nanti apabila anda akan balik dari cuti pihak imigrasi Indonesia akan menyuruh anda untuk memperpanjang masa pasport dan itupun mengeluarkan biaya yang cukup banyak di bandingkan kita memperpanjang di negara tujuan kerja kita,
  2. buatlah surat keterangan cuti dari KJRI selain surat cuti yang di keluarkan oleh pemerintah yang bersangkutan hal ini berguna bagi anda apabila ada masalah sewaktu cuti terkait kembalinya lagi ke Negara tujuan kerja, pastikan semua sudah beres sebelum memboking ticket pesawat, usahakan membeli ticket pesawat pulang pergi selain harganya lebih murah anda tidak akan sibuk lagi mencari ticket apalagi waktu musim umrah dan liburan sekolah harga akan tambah mahal dari harga biasanya.
  3. Jangan lupa untuk mmbawa foto copy iqamah/ permite atau PK(perjanjian kontrak kerja) untuk syarat pembuatan kartu TKLN, belilah secukupnya uang rupiah sebagai  persediaan, jangan terlalu banyak membawa uang tunai  dan memakai perhiasan yang berlebihan untuk menghindari terjadinya tindak kriminal, apabila uang tunai masih banyak lebih baik anda transfer ke bank anda atau kirimkan lewat pengiriman door to door.
  4. Sehari sebelum keberangkatan barang bawaan harus tertata dengan rapi,rata-rata barang bagi pesawat antara 30-40 kg tergantung pesawat yang di tumpangi untuk hand bag/ tas troly/tas tengteng  antara 7-10 kg, untuk oleh-oleh apabila banyak sebaiknya di cargokan sebulan sebelumnya agar apabila anda sampai rumah barang sudah ada di sana.
  5. Beritahukan kepada keluarga nomer pesawat , hari tanggal dan waktu yang jelas agar keluarga tidak menunggu terlalu lama atau terlambat menjemput anda di bandara.

       Pentingnya mempunyai kartu KTKLN agar anda benar-benar terdaftar kementrian tenaga kerja dan transmigrasi Indonesia, dan Apabila anda belum mempunyai KTKLN atau masa berlakunya sudah habis, buatlah sebelum masa cuti anda habis, untuk daerah Surabaya tempatnya di jl. jagir wonokromo dengan membawa persyaratan pembuatannya sbt:

  • Membawa pasport yang asli
  • Foto copy pasport
  • Foto copy surat cuti
  • Membeli materai seharga Rp.6,000 ribu
  • Bagi TKW harus membayar uang asuransi sebesar Rp.290,000 ribu
  • Surat keterangan dari kepala desa bahwasannya salah satu pihak keluarga telah mengizinkan untuk menjadi TKI, bila tidak ada tidak masalah
  • Surat  PK (perjanjian kerja) apabila tidak ada cukup foto copy igamah/permite

Waktu pembuatan hanya satu hari jadi datanglah lebih awal apabila anda berdomisili di luar kota karena di atas jam 13  pendaftaran di tutup mulai pengambilan jam 14 sampai jam lima sore.

periksa barang bawaan anda apakah benar-benar bukan barang terlarang berlebih barang titipan tetangga atau teman dan apalagi membawa tulisan jimat bagi yang bekerja di arab saudi, berangkat  lebih awal tiga jam dari jadwal penerbangan untuk persiapan check in dan bording pass Biaya di airport untuk air protect domestic Rp.40,000 ribu untuk perjalanan international Rp.150,000 ribu, mungkin itu saja sedikit informasi dari saya semoga bermanfaat bagi anda dan semoga perjalanan cuti anda menyenangkan bisa bertemu dengan keluarga dan bisa kembali dengan selamat. Salam sukses PAHLAWAN DEVISA.

Imam Masjidil Haram

Perhatian setiap muslim tertuju kepada dua tanah haram (suci) Makkah dan Madinah, tidak ketinggalan juga terhadap para imamnya. Mereka memiliki popularitas dan kedudukan yang mulia di hati kaum muslimin. Karena banyaknya pembaca yang bertanya tentang mereka, maka dengan senang hati kami suguhkan biodata ringkas tentang imam-imam tersebut.

1. Syaikh DR. Su’ud bin Ibrahim as-Syuraim

Lahir pada tahun 1386 H, di Saqra’ Riyadh, Beliau kuliah pada fakultas Ushuluddin di Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah. Lulus pada tahun 1409 H, kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Ma’had ‘Ali untuk para hakim, hingga beliau mendapatkan gelar Magister pada tahun 1413 H, Pekerjaan beliau, mantan hakim, pengajar di Masjidil Haram, Dekan fakultas Syari’ah di Jami’ah Ummul Qura’ Makkah, Tahun penentuan beliau sebagai Imam di Masjidil Haram adalah tahun 1414 H, Beliau memiliki sejumlah besar onta, yang beliau habiskan sebagian waktu dengannya, Beliau memberikan perhatian besar dalam mensyarah kitab Tauhid di Masjidil Haram, Beliau terkenal dengan syair dan kalimat-kalimat yang lembut yang menyentuh, Diantara karya tulis beliau adalah al-Syamil fil Khathib wal-Khuthbah, sudah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia dan diedit oleh Ustadz Agus Hasan Bashori (pimred Qiblati) dengan judul Ensiklopedi Khuthbah atau panduan khathib, atas izin beliau oleh penerbit Darus sunnah Jakarta.

2. Syaikh DR. Shalih bin Abdillah Alu Humaid

Lahir pada tahun 1369 H di Buraidah, Beliau mengambil gelar doktor pada bidang Fiqih dan Ushulnya pada tahun 1402 H, Profesi beliau adalah Ketua Majelis Syura, dan anggota Haiah Kibarul Ulama, Beliau ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada 1 Muharram 1404 H, Beliau mengimami sekali dalam sebulan, yaitu untuk shalat Subuh. Sedangkan sebagian besar waktunya beliau habiskan di Riyadh untuk urusan tanggung jawab terhadap Majelis Syura. Beliau datang sekali sebulan untuk khutbah Jum’at, Beliau memberikan perhatian besar terhadap tafsir al-Qur’an al-Karim.

3. Syaikh DR. Shalih bin Muhammad Alu Thalib

Beliau lahir pada tahun 1393 H di Riyadh, Beliau ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1423 H, Beliau bekerja sebagai Qadhi di Pengadilan Tinggi Makkah. Beliau sangat cakap dalam pekerjaan beliau sebagai hakim dan teguh saat memberikan keputusan.

 

 

4. Syaikh DR. Usamah bin ‘Abdillah Khayyath

Beliau lahir pada tahun 1375 H di Makkah al-Mukarramah, Syaikh Usamah mendapatkan ijazah sanad dalam meriwayatkan kutubus sunnah dan seluruh kitab induk hadits lainnya,Beliau belajar di Makkah dan lulus dari Fakultas Kitab dan Sunnah pada tahun 1396 dengan predikat cumlaude dan menduduki peringkat pertama, Profesi beliau adalah pengajar di Masjidil Haram, mantan Anggota Majelis Syura, Dosen di Fakultas Syari’ah Jami’ah Ummul Qura’, Beliau ditetapkan sebagai imam Masjidil Haram pada tahun 1418 H, Beliau dikenal dengan gaya bahasa penyampaian yang kuat, yang mampu menggetarkan hati. Beliau adalah satu-satunya imam masjid yang ayahandanya adalah seorang imam dan khatib masjidil Haram. Dan ayahanda beliau tergolong Imam Masjidil Haram yang paling terkenal di akhir-akhir ini.

5. Syaikh DR, Abdurrahman bin ‘Abdil ‘Aziz as-Sudais

Syekh Sudais lahir pada tahun 1382 di Riyadh. Dia menjadi Hafidzul Qur’an pada usia 12 tahun, di masjid kota Riyadh yang dikepalai oleh Syaikh Abdul Rahman al-Faryan. Beliau juga diambil oleh Syaikh Muhammed Ali Hussan and Syaikh Muhammed Abdul Majid Zakir untuk menerima berbagai beasiswa.

Syaikh Abdul Rahman tumbuh di Riyadh beliau mencapai pendidikan dasar ‘Mathna bin Hartha’ semacam akademi ilmu pengetahuan. Di sana beliau belajar di bawah berbagai macam beasiswa termasuk dari Syaikh Abdullah Munaif and Syaikh Abdullah bin Abdul Rahman al Tuwayjiri. Dr. Abdul Rahman lulus dari akademi ini dengan predikat “Excellent” tahun 1399H dan melanjutkan ke Fakultas Syari’ah. Setelah itu beliau menjadi Imam dan Khotib di Masjid Syaikh al-Allam Abdul Razzaq Afifi. Beliau juga mulai mengajar di Akademi Imam al-Dawa Al-Almy.

Pada tahun 1404 beliau ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1404 H saat umur beliau 22 tahun, beliau ditunjuk sebagai Imam dan Khotib Masjid al-Haram, Makkah. Di sana pertama kalinya beliau menjadi imam pada sholat Ashr tanggal 22 Sya’ban 1404H (22 Agustus 1404H). Khutbah pertama pada hari kelima belas bulan Ramadhan 1404H (15 September 1404H). Dalam tahun yang sama, Dr. Abdul Rahman mendapat gelar Master Degree, dengan predikat “Excellent” dari Universitas Syari’ah Imam Muhammad bin Saud. Beliau dilimpahi wewenang untuk menjadi guru asisten di Universitas terkemuka Ummul Qura’, Makkah, di mana beliau mendapatkan gelar Doktornya, dan lagi-lagi lulus dengan predikat “Excellent” pada tahun 1416H. Beliau ditunjuk menjadi Dosen Fakultas Syari’ah di Universitas Ummul Qura’,  Sheikh Al Sudais dikenal luas di seluruh dunia Islam sebagai seorang qori denganb suara yang khas dan penuh perasaan ketika membawakan bacaan Al quran secara murottal.

Di tahun 2005 yang lalu, beliau mendapatkan penghargaan sebagai Figur Islami Tahun 2005  ke-9 (Islamic Personality Of the year)  di Dubai melalui sebuah event tahunan Dubai International Holy Quran Award.

6. Syaikh Mahir bin Hamd al-Mu’aiqili

Beliau dilahirkan al-Madinah al-Munawwaroh. Beliau habiskan usianya di Madinah, kemudian beberapa tahun yang lalu pindah ke Makkah al-Mukarramah sebagai pengajar di Sekolah Menengah, Beliau diangkat sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1428 H, yang sebelumnya beliau adalah Imam Masjid Nabawi pada tahun 1427 H.

 

7. Syaikh Muhammad bin ‘Abdillah as-Subayyil

Beliau lahir pada tahun 1345 H, di Qashim, Beliau adalah anggota Kibarul Ulama, dan anggota al-Majma’ al-Fiqhi, Beliau adalah mantan Ketua Umum Urusan Masjidil Haram Makkah dan Madinah juga anggota Haiah Kibarul Ulama, Beliau diangkat sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1385 H, Mulai tahun ini, beliau tidak mungkin mengimami di Masjidil Haram karena usia beliau yang sudah lanjut, juga karena kondisi kesehatan beliau. Mudah-mudahan Allah I menyembuhkan beliau. Sudah bertahun-tahun beliau mengimami shalat ‘Isya’. Beliau tergolong Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang paling lama.

8. Syaikh ‘Abdullah bin ‘Awad al-Juhani

Beliau lahir pada 1396 H di Madinah, Beliau belajar di Fakultas al-Qur’anul Karim di Jami’ah Islamiyah, Beliau termasuk yang dimuliakan oleh Allah I sebagai imam dari keempat masjid yang memiliki kedudukan terbesar di hati kaum Muslimin, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba’ dan Masjid Qiblatain, Beliau sekarang adalah Mahasiswa S2 di Ummul Qura’. Pada usia 16 tahun beliau telah mengikuti lomba hafal Qur’an di Makkah dan memperoleh peringkat pertama,Dalam hal membaca al-Qur’an beliau telah diijazahi oleh para ulama Qiraah yang bertaraf Internasional yang terkenal di antaranya adalah: Syaikh az-Ziyat j , Syaikh Ibrahim al-Akhdhor Ulama ahli Qur’an di Masjidil Haram, dan DR. ‘Ali al-Khudzaifi, Imam Masjid Nabawi di Madinah.

9. Syaikh DR. Khalid al-Ghamidi

Lahir pada tahun 1388 H di Makkah, Ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada bulan Dzul Hijjah tahun 1428 H, hanya saja beliau tidak mulai mengimami kecuali pada bulan Muharram tahun ini (1429 H),Beliau meraih gelar Magister dan doktoral dalam bidang tafsir di Jami’ah Ummul Qura’.

 

 

10. Syaikh DR. Faishal Ghazawi

Lahir pada tahun 1388 H di Makkah al-Mukarromah,Ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada bulan Dzul Qa’dah 1428 H. Hanya saja beliau tidak mulai mengimami shalat kecuali bulan Muharram tahun ini, Beliau meraih gelar Magister dan doktoral di Jami’ah Ummul Qura’.

Saat ini beliau bekerja di Fakultas Qiraah di Universitas yang sama,Dengan demikian, jumlah imam masjidil Haram adalah sepuluh orang. Masing-masing imam memiliki imam cadangan yang siap mengganti saat imam tersebut berhalangan hadir.

Masing-masing Imam mendapatkan santunan bulanan sekitar 10 ribu riyal, dan ini bukanlah termasuk gaji pokok, namun ini hanyalah gaji tambahan, karena masing-masing imam memiliki pekerjaan tetap di berbagai Universitas dengan gaji yang lebih besar dari gaji sebagai Imam, Inilah sekelumit biografi singkat tentang orang-orang yang mencurahkan jiwa dan kesungguhan mereka demi melayani agama ini. Mudah-mudahan Allah I membalas mereka dengan sebaik-baik balasan, dan mudah-mudahan Allah I menjadikan kita dan mereka termasuk orang-orang yang beruntung dengan keridhaan-Nya. (AR) [*]

Sumber: Majalah Qiblati Edisi 7-9 tahun III

Bershalawat Kepada Rasulullah

Lafadz-lafadz Shalawat

Dalam berbagai sumber, baik hadis maupun keterangan para ulama yang termuat dalam kitab-kitab kuning (istilah santri bagi kitab yang kertasnya berwama kuning) banyak sekali lafazh-lafazh shalawat. Seperti yang terhimpun dalam kitab Muktashar fî Ma’ânî Asmâ Allâh al-Husnâ, dalam bâb Ash-Shalâh ‘alâ al-Nabi, karangan Al-Ustâdz Mahmûd al-Sâmî, dan kitab Afdhalu al-Shalawâti ‘alâ Sayyidi al-Sâdâti, karangan Yûsuf bin Ismâ’îl al-Nabhânî.

Untuk itu dibawah ini adalah sebagian lafazh-lafazh shalawat tersebut baik yang bersumber dari hadis maupun kitab-kitab, berikut penjelasannya.

1. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

.

2. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

3. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).

4. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, Sebagaimana Engkau telah memuliakan Ibrahim; dan berilah berkat oleh-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.” (HR. Al-Bukhârî dan Abû Sa’îd).

5. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).

Berkata Al-Nawâwî dalam Al-Adzkâr: “lafazh sha-lawat yang paling utama dibaca, ialah lafazh shalawat yang lengkap ini.

6. Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad hamba-Mu dan pesuruh-Mu, Nabi yang ummi dan muliakanlah oleh-Mu akan keluarga Muhammad, jsleri-isterjnya dan keturunannya sebagajmana Engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarganya; dan berilah berkat oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang ummi dan akan keluarganya, isteri-isterinya dan keturunannya, se-bagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada Ibrahim dan keluarganya, diserata alam, hanya engkau sajalah yang sangat terpuji dan sangat mulia.”

7. Artinya: “Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).

.

Berkata Al-Sayuthî dalam Al-Hirz al-Ma’ânî: “Saya telah membaca keterangan Al-Subkî yang diterimanya dari ayahnya di dalam Al-Thabaqat, katanya: Sebaik-baiknya shalawat untuk dibaca dalam bershalawat, ialah bunyi shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (yang diriwayat-kan oleh Bukhârî dan Muslim). Maka barangsiapa mem-bacanya, dipandanglah ia telah bershalawat dengan sem-purna, dan barangsiapa membaca selainnya, maka mereka tetap berada dalam keraguan, karena bunyi lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Bukhârî Muslim itu, adalah lafazh shalawat yang sering diajar oleh Nabi sendiri dan yang sering disuruh supaya kita membacanya.”

Dalam tasyahud akhir, Imam Syâfi’i r.a. menganggap shalawat atas Nabi Saw. sebagai salah satu dari rukun salat. Beliau biasa memakai shalawat sebagai berikut:

8. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada jun-junan kami, Muhammad, dan kepada keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagaimana Engkaau telah melimpahkan shalawat kepada junjunan kami Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkatilah pula junjunan kami Muhammad, dan keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagai-mana Engkau telah memberkati junjunan kami, Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Selain itu, beliau juga suka memakai sighat shalawat lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Al-Muwattha’. Shalawat di atas juga diriwayatkan oleh Abû Dâud, Al-Turmudzî, Al-Nasâ’i, dan Al-Bayhaqi dari Ibn Mas’ûd, dengan ditambah lafal Sayyidinâ untuk Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim.

9. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan Keluarganya.”

Penjelasan:

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang meng-ucapkan Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa Sallim ketika ia berdiri, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia duduk. Barangsiapa yang mengucapkannya ketika duduk, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri. “

10. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sealawat atas Muham-mad dan kelurga Muuhammad sehingga tidak tersisa lagi satu shalawat pun; sayangilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu rahmatpun; berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu berkahpun; dan limpahkanlah kese-jahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu kesejahteraan pun.”

Penjelasan:

Al-Fasi berkata, “Shalawat ini disebutkan oleh Jabar dari sahabat Ibn ‘Umar r.a. Disebutkannya pula keutamaan yang besar dari shalawat ini dan kebajikan bagi seorang laki-laki yang mengucapakannya dihadapan nabi Saw.”

11. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ruh Muhammad di alam ruh, kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur.”

Penjelasan :

Imam Al-Sya’rânî menutrkan bahwa Nabi Saw. telah ber-sabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku dengan cara yang dikemukakan dalam shalawat ini, ia akan melihatku di alam mimpi. Barangsiapa yang me-lihatku di alam mimpinya, ia akan melihatku di Hari Kiamat. Baranggiapa yang melihatku di Hari Kiamat, aku akan memberinya syafaat. Barangsiapa yang aku beri syafaat, niscaya ia akan minum dari telagaku dan di-haramkan jasadnya oleh Allah dari neraka.

12. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, di kalangan orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya, serta di alam arwah sampai Hari Kiamat.”

Penjelasan :

Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah Saw. ketika beliau sedang duduk di dalam masjid. Orang itu berkata, Assalâmu ‘alaykum, wahai ahli kemuliaan!”
Orang itu lalu didudukkan oleh Nabi Saw di tengah-tengah. yaitu antara beliau dan Abu Bakar r.a. Orang-orang yang hadir ketika itu menjadi heran menyaksikan hal itu hingga Nabi Saw. menjelaskan. “Jibril a.s. telah datang kepadaku memberitahukan bahwa orang ini telah memberi shalawat kepadaku dengan shalawat yang belum pemah dibaca oleh seorang pun sebelumnya.”
Lalu Abu Bakar bertanya. “Bagaimana shalawatnya ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah Saw. menyebutkan sha-lawat tersebut di atas.

13. Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad-hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; juga atas keluarganya, isteri-isterinya, dan ketu-runannya, sebanyak jumlah makhluk-Mu, keridhaan diri-Mu, hiasan Arsy-Mu, dan tinta kalimat-Mu.”

Penjelasan:

Al-Hafizh Al-Sakhâwî menuturkan, seandainya seseorang bersumpah bahwa ia akan mengucapkan shalawat yang paling utama, maka shalawat ini telah membebaskan ia dari sumpahnya itu.
Pen-syarah kitab Dalâ’il mengatakan, bahwa lafal shalawat ini diambil dari hadis Ummul Mukminin. Juwairiyah.

14. Artinya: “Ya Allah, limpahkilnlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad, dengan suatu shalawat yang menye-babkan kami selamat dari semua ketakutan dan malapetaka, yang menyebabkan Engkau menunaikan semua hajat kami, yang menyebabkan Engkau me-nyucikan kami dari semua kejahatan, yang menyebabkan Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan yang menyebabkan Engkau menyampaian semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebakan dunia dan akhirat.”

Penjelasan:

Shalawat di atas disebutkan di dalam kitab Dalâ’il. Dalam syarah kitab tersebut disebutkan riwayat dari Hasan bin ‘Ali Al-Aswânî. Ia berkata, “Barangsiapa yang membaca shalawat ini dalarn setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu darinya, dan menyampaikan apa yang diinginkannya.”

15. Artinya: “Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad– samudera cahaya-Mu, tambang ra-hasia-Mu, singgasana kerajaan-Mu, imam hadrat-Mu, bingkai kerajaan-Mu, perbendaharaan rahmat-Mu, dan jalan syariat-Mu,yang mendapat kelezatan dengan tauhid-Mu, insan yang menjadi sebab segala yang maujud, penghulu para makhluk-Mu, yang memperoleh pancaran sinar cahaya-Mu- dengan shalawat yang kekal sekekal diri-Mu, yang tetap sebagaimana tetap-Mu, dan yang tidak ada akhir di balik ilmu-Mu; juga dengan shalawat, yang meridhakan-Mu dan meridhakannya serta meridhakan kami dengannya, duhai Tuhan semesta alam.”

Penjelasan :
Shalawat ini dinamakan shalawat ‘Cahaya Kiamat’. Sha-lawat ini disebut demikian karena banyaknya cahaya yang akan diperoleh oleh orang yang membacanya pada Hari Kiamat kelak.”
Sayyid Ahmad Al-Shâwî dan yang lainnya mengatakan, shalawat ini saya dapatkan tertulis di atas sebongkah batu dengan tulisan qudrati.
Di dalam syarah atas kitab Dalâ’il disebutkan, sebagian pemuka para wali mengatakan, bahwa shalawat ini berbanding dengan 14.000 shalawat lainnya.

RUANGAN DALAM MASJID NABAWI

Apabila kita pergi umrah, kita akan berziarah ke kota madinah yang salah satunya yaitu ke masjid nabawi, bagi yang pertama kali ziarah ke masjid nabawi kami akan informasikan sedikit gambaran tentang masjid ini, berikut adalah penomeran letak daerah yang akan kita ziarahi nanti.

1. TIANG DUTA/UTUSAN: Nabi SAW menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Beberapa Sahabat terkemuka duduk disekitar beliau selama pertemuan berlangsung.

2. TIANG PENGAWAL: Menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW. Matori berkata, “Pintu rumah Aisyah RA berhadapan dengan tiang ini, dan Nabi SAW melalui pintu ini menuju ke Masjid Nabawi.”

3. TIANG TEMPAT TIDUR: Abdullah bin Umar RA bercerita, “Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur beliau selama I’tikaf.

4. TIANG ABU LUBABAH: Tertulis padanya. Seperti disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi SAW bermaksud untuk menghukum bani Quraizzah (sebuah suku Yahudi) atas pengkhianatannya kepada Nabi SAW. Abu Lubabah RA ditunjuk sebagai penengah. Dia secara tidak sengaja membocorkan rahasia Nabi SAW kepada suku Yahudi itu. Abu Lubabah segera menyadari kesalahannya dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah SWT menerima taubatnya. Setelah tujuh hari, Nabi SAW menerima wahyu mengenai diterimanya taubat Abu Lubabah dan melepaskan ikatanya dengan tangan beliau sendiri. Al Qur’an, Surat Al Anfal, Ayat 27 – 28 diwahyukan untuk meberikan kepada kita sebuah pelajaran. Yakni mengkhianati kepercayaan adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi para Sahabat Nabi SAW, sehingga mereka melakukan tindakan yang luar biasa untuk memperbaiki kesalahannya.

5. TIANG AISYAH: Tabrani menyebutkan Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tempat yang sangat penting di dalam Masjid Nabawi yang mulia, jika seorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bias shalat di sana”.

Suatu hari para Sahabat bertanya kepada Aisyah RA tentang tempat ini. Beliau menolak untuk memberitahukan tempat tersebut. Akhirnya para Sahabat pergi, sedangkan Aisyah RA masih bersama dengan keponakannya Abdullah bin Zubair RA. Belakangan para Sahabat memperhatikan bahwa Abdullah bin Zubair RA melakukan shalat dekat dengan tiang Aisyah. Para Sahabat meyakini bahwa Aisyah RA memberitahukan tempat tersebut secara rahasia kepada keponakannya.

Nabi SAW pernah mengimami shalat dari titik ini selama beberapa hari setelah perubahan qiblat dari Masjid Al Aqsa ke Ka’bah di Makkah. Belakangan, beliau selalu mengimami shalat dari titik yang sekarang dikenal sebagai Mihrab Nabawi As Syarif.

6. TIANG MUKHALLAQAH: Jabir RA meriwayatkan seperti disebutkan dalam hadits Buhari, “Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tempat dimana tiang ini berada) ketika melakukan khutbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya”.

Nabi SAW menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibangun. Ketika Nabi SAW duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, para Sahabat mendengar batang pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Nabi SAW mendekati pohon yang sedang menangis ini dan kemudian memeluknya. Pohon ini lalu tenang setelah sebelumnya terisak-isak seperti onta betina. Pohon kurma tersebut menangis karena ia tidak digunakan lagi untuk mengingat Allah SWT.

Sejak itu batang pohon tersebut diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Dan kemudian, tiang dimana pohon kurma itu dulu berada, dikenal dengan sebutan tiang Mukhallaqah.

7. MIHRAB NABAWI: Tidak ada mihrab di dalam Masjid Nabawi selama periode pemerintahan Nabi SAW dan empat Khalifah yang pertama. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab. Jika kita berdiri di dalam mihrab ini dan melakukan shalat, tempat sujud kita akan terletak di tempat dimana kaki Nabi SAW berpijak. Dinding tebal mihrab ini menutupi tempat sujud Nabi SAW yang sebenarnya.

8. MIHRAB USTMANI: Khalifah Utsman RA mengimami shalat di tempat ini. Sekarang, Imam Masjid Nabawi juga mengimami shalat di sini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di sini.

9. MIHRAB HANAFI: Sebelumnya Imam shalat dari empat Mazhab (Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali) mengimami shalat di Masjid Nabawi secarah terpisah pada waktu yang sedikit berbeda dan tempat yang berbeda. Imam Hanafi mengimami shalat pada tempat ini. Namun kini, hanya satu shalat berjamaah yang diselanggarakan di Masjid Nabawi, yang dipimpin oleh Imam dari Mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.

10. MIHRAB TAHAJUD: Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tahajjud di tempat ini.

11. MIMBAR: Seperti disebutkan dalam hadits Bukhari Muslin dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat”. Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk Masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang, dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani pada tahun 998 H.

12. TEMPAT MUAZZIN: Tempat ini, berupa balkon segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabi. Tempat ini selain sebagai tempat adzan juga sebagai tempat shalat muadzin dan untuk menguatkan suara takbir pada shalat lima waktu.

13. PANGGUNG DISEKITAR TEMPAT TAHAJJUD: (tidak ada keterangan – pent.)

14. PANGGUNG TEMPAT PETUGAS KEAMANAN: Jika kita memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini akan berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini sebenarnya bukanlah tempat dari Ahlu Suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.

15. TEMPAT AHLU SUFFAH: Suffah berarti tempat berteduh. Sahabat Nabi yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertimpat tinggal di Suffah. Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya. Jika kita berjalan dari tiang Aisyah berlawanan dengan arah qiblat, Suffah berada setelah tiang ke-5. Namun setelah Nabi SAW memperluas Masjid pada tahun ketujuh Hijriah, Suffah dipindah sekitar sepuluh meter kea rah Timur, seperti yang tergambar pada denah Masjid Nabawi.

16. BAB (PINTU) BAQI’: Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam, pintu yang mengantarkan kita nanti ke pekuburan Baqi’ yang apa bila kita menghadap keluar pintu akan terlihat pagar pekuburan baqi’.

17. BAB (PINTU) JIBRIL: Terletak di bagian Timur, disebut juga Bab Nabi, karena beliau selalu masuk melalui pintu ini. Adapun alasan penyebutan Bab Jibril adalah sebuah riwayat dari Aisyah RA, “Ketika Nabi SAW pulang dari Khandaq, dan meletakkan senjata kemudian mandi, Jibril AS mendatangi Beliau seraya berkata, ‘Engkau meletakkan senjatamu?, demi Allah kita belum (bisa) meletakkan senjata, pergilah menuju mereka’, Nabi SAW berkata, ‘kemanakah?’, Jibril AS menjawab, ‘ke sini’, dia menunjuk Bani Quraizzah. Maka Nabi SAW keluar menuju mereka.

18. BAB (PINTU) NISA: Pintu ini dibuka oleh Umar ibn Khattab tahun 12 H. Beliau mengatakan, “Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita”.

19. BIR (SUMUR) HA: Jika kita memasuki Masjid dari bagian paling kiri dari Bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar15 meter ke dalam Masjid dan ditandai dengan 3 lingkaran. Nabi SAW terkadang mendatangi sumur ini dan meminum airnya. Sumur dan taman yang mengelilinginya dimiliki oleh Abu Talhah. Ketika dia mendengar ayat 92 surat Ali Imran yang berbunyi:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Abu Talhah RA segera mengimfakkan taman ini karena mengaharapkan Ridha Allah SWT. Inilah contoh bagaimana para Sahabat berekasi terhadap ayat-ayat al Qur’an dan secara spontan langsung mengerjakan perintah Allah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

20. BAB (PINTU) SALAM: Umar ibn Khattab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid bagian Barat, ketika dilakukan perbaikan Masjid tahun 12 H. Dinamakan Bab as Salam karena letaknya sejajar dengan tempat penghormatan berupa salam kepada jasad Rasulullah SAW.

21. RUMAH ABU BAKAR RA: Jika kita berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah ini berlokasi setelah tiang ke-5 sejajar dengan Bab Siddiq. Suatu hari Nabi SAW bersabda, “Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu rumah Abu Bakar”. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abu Bakar RA akan menjadi khalifah pertama.

22 . BAB  (PINTU) SIDDIQ : pintu besar yang menuju pintu rumah Abu Bakar

23 . BAB (PINTU) RAHMAH

24 . BAB (PINTU) USTMAN BIN AFFAN RA : biasanya pintu ini untuk jamaah perempuan

Garis berwarna biru adalah deretan hotel-hotel dekat masjid nabawi.

hindarilah minuman bersoda

KADAR  gula dan kafein tinggi diikuti jumlah kalori berlebihan adalah apa yang terjadi pada tubuh jika Anda sering mengonsumsi soda. Sayang, banyak penikmat soda belum menyadarinya.

Sebagian dari kita menganggap adalah hal biasa untuk mengonsumsi kafein ketika meminum obat atau tidak masalah bila berat badan bertambah setelah mengonsumsi minuman dengan pemanis. Namun, dampak jangka panjang bila Anda mengonsumsi minuman bersoda secara teratur jelas tidak bisa diabaikan.

Berikut gambaran singkat dari efek buruk minuman soda, seperti diulas Bliss Tree:

Menjadi gemuk

Menurut penelitian Nurse’s Health Study, yang memantau kesehatan 90.000 wanita selama delapan tahun, minum soda setiap hari dalam sepekan akan menambah berat badan 4,5 kilogram selama empat tahun.

Diabetes

Hasil Nurses ‘Health Study mengungkap bahwa wanita yang mengatakan mereka minum satu atau lebih porsi minuman ringan dengan pemanis atau minuman buah setiap hari, kemungkinan dua kali lipat lebih untuk mengembangkan diabetes tipe 2 selama studi dilakukan daripada mereka yang jarang mengonsumsi minuman tersebut.

Penyakit jantung

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2007 dalam jurnal Circulation dari American Heart Association, subjek penelitian yang minum soda setiap hari selama empat tahun memiliki kesempatan 25 persen untuk mengembangkan tingkat gula darah tinggi. Mereka juga kemungkinan 32 persen lebih besar untuk mengembangkan kadar kolesterol “baik” yang lebih rendah.

Nurse’s Health Study juga menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua minuman manis setiap hari memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terhadap serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung daripada mereka yang jarang meneguk minuman manis.

Efek soda diet pun sama

Beberapa penelitian, termasuk studi 2007 yang diterbitkan jurnal Circulation, menunjukkan bahwa soda diet juga memiliki beberapa efek yang sama pada kesehatan seperti soda biasa, meski produk ini mengklaim tidak ada atau mengandung sangat sedikit gula.

pelaksanaan testing calon temus 1432 H / 2011 M

           Pelaksanaan testing temus telah di laksanakan pagi tadi di madinatul hujjaj kota jeddah, para peserta berasal dari makkah jeddah dan madinah , Banyaknya peserta pada tahun ini adalah 1111 jumlah yang cukup unik , karena sama dengan angka tanggal 11 tahun 2011, mukimin dari jawa timur masih mendominasi  banyaknya peserta yaitu 641 atau 50% lebih dari keseluruhan peserta di ikuti mukimin jawa barat dan propinsi lainnya, peserta testing temus untuk bagian lapangan sebanyak 490, supir 441, dan kebersihan 151 peserta, dari keseluruhan peserta 515 adalah peserta yang sudah bekerja menjadi temus di tahun sebelumnya.

          PPIH menghimbau agar peserta testing yang baru untuk tidak pesimis karena PPIH juga akan merekrut yang baru yaitu yang mempunyai wawasan luas , disiplin, dan tanggung jawab  yang nantinya bisa di lihat dari hasil ujian, sebelum di mulainya tes PPIH juga menghimbau peserta untuk tidak mencontek dan bercanda pada saat ujian berlangsung karena pelangaran ini bisa mempengaruhi nilai ujian hingga berakibat fatal, tahun ini panitia memberikan kartu peserta yang di lengkapi foto untuk menghindari kejadian tahun sebelumnya tentang  joki pada saat ujian.

      Untuk bagian lapangan ujiannya hanya dalam bentuk tes tertulis , berbeda dengan bagian sopir, kebersihan dan admistrasi yang harus  melalui tes praktek  pada hari berikutnya, Jumlah pertanyaan dalam ujian tulis yaitu 50 soal pilihan dan 5 soal isian bentuk soal bervariasi ada dalam bahasa Indonesia bahasa inggris dan arab, jadi apabila lulus dalam ujian ini bararti sudah layak menjadi temus di samping penilaian di lapangan bagi yang pernah menjadi temus di tahun sebelumnya.

Train Haramain Arafah Musdhalifah Mina

Setelah peresmian tahun kemaren 2010 kereta api jalur ARMIN (arafah, musdalifah, mina) di tahun ini di pastikan siap membantu jamaah haji dalam masalah transportasi selama empat hari  mulai dari hari tarwiyah 8 dhulhijjah sampai dengan 10 dhulhijjah, kereta ini membawa perubahan yang sangat drastis di karenakan membludaknya mobil dan bus pada hari haji,  rute yang biasanya di tempuh 6 jam kini bisa di tempuh dalam kurang dari satu jam.

 

Proyek ini dibangun dengan biaya SR 6.5 miliar, memiliki kapasitas angkut 72.000 jamaah dalam satu jam. Sembilan stasiun telah dibangun di Arafat, Mina dan Muzdalifa. Ini adalah proyek terbesar kedua yang dilaksanakan oleh Departemen Urusan Kota dan Pedesaan setelah dana sebesar SR 4.5 miliar untuk proyek pembangunan berteknologi tinggi  yaitu Jembatan Jamrat di Mina.

ada 12 rangkaian kereta api, masing-masing dengan panjang 300 meter, Pemerintah Saudi menetapkan  menetapkan tarif kreta ini seharga SR 250 . ” Untuk urusan tarif akan ditangani oleh Deputi II Premier dan Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif, ketua Komite Haji Tertinggi.

Uji coba operasi dilakukan  6.000 km setiap sebelum memulai operasi rutin. kereta api memiliki 20 kereta api di tahap berikutnya, masing-masing dengan 12 gerbong dan masing-masing memegang gerbong 250 penumpang. Sekitar 20 persen dari penumpang akan duduk sementara 80 persen akan berdiri. Kereta akan memiliki kecepatan 80 sampai 120 km / jam.

China Railway Construction Corp, bagian dari konsorsium Saudi-Perancis-Cina yang memenangkan kontrak, melaksanakan proyek  yang melibatkan hampir 5.000 pekerja pelaksanaan proyek kurang lebih 22 bulan . Sistem Kereta api haramain adalah kedua di semenanjung Arab setelah Kereta Dubai Metro.

Tahap kedua proyek ini akan menghubungkan Mashair Railway dengan Masjidil Haram di Makkah dengan sebuah stasiun di Umm Al-Qura Road. Ini juga akan dihubungkan dengan Kereta Api Haramain yang menghubungkan Makkah dengan Madinah dan Jeddah.

Jadi para calon jamaah haji tahun ini insya allah akan menikmati perjalanan ibadah haji arafah musdalifah mina dengan menggunakan kereta api haramain.

pendaftaran calon TEMUS

     Bagi para saudara mukimin di arab Saudi yang berkeinginan untuk bekerja sebagai tenaga musim haji bahwasannya PPIH di JEDDAH mengumumkan pendaftaran TEMUS dimulai 16- 31 Mei 2011 di kantor Teknis Haji Jl. Turki bin Abdul Aziz, Jeddah No.200 Al Andalus district/1 pada hari kerja jam 10.00 s.d. 15.00 WAS.
Pelaksanaan tes tertulis bagi temus ini akan dilaksanakan 11 Juni 2011. Sedangkan testing lapangan bagi pengemudi, tenaga administrasi dan kebersihan akan dilaksanakan 12-14 Juni 2011.

     pengumuman calon temus yang diterima akan dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juni 2011. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Teknis Haji KJRI Jeddah pada hari kerja (Sabtu-Rabu) pukul 10.00 WAS s.d. 15.00 WAS, telepon 6692118. facsimile 6670836.

Adapun persyaratan bagi calon temus antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia, beragama Islam dan berakhlak baik.
  2. Mampu berbahasa Indonesia dan Arab/Inggris.
  3. berkelakuan baik bagi yang pernah bertugas sebagai temus.
  4. Berusia antara 25 s.d.50 tahun (terhitung tanggal 31 Mei 2011, berdasarkan KTP, Ijazah dan akte kelahiran).
  5. Memiliki ijazah SMU atau yang setara dengan menunjukan aslinya atau foto copy ijazah yang telah di legalisir (asli). Kecuali pelamar pengemudi dan tenaga kebersihan.
  6.  sanggup bekerja selama operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1432H.
  7. Mengisi formulir pendaftaran yang asli dengan melampirkan:
  •  foto Copy iqamah dan paspor yang masih berlaku dengan menunjukan aslinya.
  •  foto Copysurat izin mengemudi (SIM) bagi tenaga pelamar pengemudi dengan menunjukan aslinya.
  •  Pasfoto berwarna 3×4, 6 lembar berlatar belakang merah.
  • Surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter.
  • Surat keterangan izin sponsor (kafil) yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak keberatan bekerja sebagai Tenaga Musiman dan mencantumkan nomor telepon kafil, dilegalisir oleh Ghurfah Tijariah (Kamar Dagang) Arab Saudi atau Umdah (lurah).
  • Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan.